twitter

Educatalk : Membangun Generasi Impian dari Sinergi Tiga Poros Orang Tua, Guru, dan Lingkungan

23 Jan 2016 - 171 View
Share

InfoUMA -  Membangun Generasi Impian  dari sinergitiga poros orang tua, Guru, dan Lingkungan adalah tema yang diberikan pada acara yang membahas tentang pendidikan pada hari ini sabtu, 23 Januari 2016 di Gedung Convention Hall Kampus I Universitas Medan Area.

Acara ini terselenggara atas kerjasama Fakultas Psikologi, Pemerintah Mahasiswa (Pema ) fakultas Psikologi, Medan Generasi Impian (MGI) dan ADRF Indonesia.

Prof. H. Abdul Munir, M. Pd sebgai dekan fakultas psikologi universitas Medan Area sangat mengapresiasi kegiatan tersebut.karena menurut beliau acara seperti ini sangat memeberikan wawasan dan ilmu. Beliau mengapresiasi kerjasama Pema Psikologi UMA dan Medan Generasi Impian (MGI), beliau berharap agar kerjasama ini bisa dilanjutkan, jika diperlukan dilakukan dengan menandatangani MoU.

Acara yang mengundang langsung Master Guru dari Korea selatan Park Jhankh Hwan memberikan daya tarik tersendiri. Park  Park Jhankh Hwan telah berkiprah didunia pendidikan selma 29 Tahun, dan telah 3 Tahun menjadi Master Guru. Master Guru adalah orang yang mengarahkan guru, mengajarkan metode-metode mengajar kepada guru.

Kedatangan Park Jhankh Hwan menarik 100 lebih para pendidik mengikuti acara tersebut, mulai dari dosen, guru, Siswa SMA, dan mahasiswa. Acara dibuat sesantai mungkin agar para peserta dapat menanyakan langsung teknis mengajar bahkan membandingkan pendidikan indonesia dan Korea

Park Jhankh Hwan mengatakan fenomena diindonesia mirip dengan apa yang terjadi di Korea pada tahun 1980 dimana tidak adanya sinergi antara pendidikan formal dan informal. pendidikan formal adalah disekolah dan informal adalah pendidikan dirumah.

kenapa hal tersebut bisa terjadi?

 Faktor pertama menurut Park Jhankh Hwan adalah pendidikan orang tua, pada tahun 1980 diKorea juga masih banyak para orang tua yang tidak mengenal pendidikan bahkan ada yang tidak bisa membaca,  sehingga apa yang di ajarkan guru orang tua tidak mau tahu bagai mana pendidikan anaknya. solusinya pada waktu itu adalah memberdayakan pemuda (mahasiswa) secara suka relawan melakukan pendekatan kepada agar orang tua faham pentingnya pendidikan. dengan diberi pemahaman kepada orang tua, maka orang tua berharap agar anak-anak mereka memiliki pengetahuan yang lebih dibanding mereka.

Faktor yang kedua adalah expektasi orang tua yang berfikir bahwa “yang penting bisa dapat uang”. jadi tak masalah jika tak berpendidikan yang penting dapat menghasilkan uang. Jika hal macam ini juga terjadi diindonesia maka pemuda indonesia harus bekerja keras untuk memberikan pemahaman kepada orang tua agar mereka faham pentingnya sebuah pendidikan.

Faktor yang ketiga adalah komunikasi yang tidak bagus antara guru, murid dan orang tua, memang sering terjadi orang tua menyalahkan guru dan juga sebaliknya. Menurut Park untuk mengatasi hal tersebut adalah membangun komunikasi antara orang tua dan guru. Menyatukan pemikiran antara orang tua dan guru yang tujuannya adalah untuk kebaikan si anak.

Jadi menurut Park Jhankh Hwan pendidikan akan berhasil jika para guru, murid dan orang tua bisa membangun komunikasi yang bagus.

Prof. Abdul Munir, M.Pd membenarkan dalam pendidikan sangat diperlukan komunikasi antara orangtua dan guru. Beliau mengatakan menjadi pendidik bukan hanya mentransfer ilmu pengetahuan tetapi juga harus mentransfer nilai karakter.

Karena nilai-nilai itu sangat mempengaruhi perilaku para siswa, yang tentu juga harus di sinergikan dengan orang tua dirumah agar siswa tidak kebingunan dalam menterjemahkan yang diajarkan. Maka dari itu harus adanya komunikasi antara guru dan orang tua. Beliau menambahkan diindonesia memang sudah mulai dibeberapa sekolah dengan memberikan siswa buku penghubung dan orang tua dan guru. Sehingga guru dan orang tua bisa saling berkomunikasi  bagaimana perilaku anak di sekolah dan dirumah.

Namun, satu lagi tantangan yang harus dihadapkan kepada para pendidik dan orang tua adalah bagaimana mensinergikan pendidikan disekolah, pendidikan dirumah dengan lingkungan yang begitu komplek?

Kita yang harus menjawabnya bersama, salah satunya mengikuti jejak narasumber kita Park Jhankh Hwan.  Terutama pemuda – pemuda indonesia ikut meluangkan waktu turun langsung mengajar  adik-adik, anak-anak, dilingkungannya.

Kampus UMAKampus UMA SehatKampus TerbaikKampus Swasta TerbaikKampus Di MedanKampus Internasiona

uma

Kampus I : Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223 Telepon : (061) 7360168, 7366878, 7364348 Fax : (061) 7368012

CALL CENTER : 0822-6777-1313, 0822-6777-1314, 0813-7095-7775

Email : univ_medanarea@uma.ac.id

Kampus II : Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112 Telepon : (061) 8225602, 8201994 Fax : (061) 8226331 HP : 0811 607 259

© 2019 PDAI - Universitas Medan Area Facebook Twitter Instagram Youtube