twitter

LP2M Beserta Fakultas di Universitas Medan Area Melaksanakan FGD Desa Binaan Pematang Johar

19 Jan 2019 - 164 View
Share

FGD desa binaan pematang johar dilaksanakan di ruang perpustakaan lantai 1 Universitas Medan Area Rabu, 16 Januari 2019. Acara FGD ini dibuka oleh Wakil Rektor IV UMA bapak Dr. Ir. Zulheri, MP. Dihadiri oleh  Kepala LP2M Prof. Dr. Ir. Ahmad Rafiqi Tantawi, MS, Sekretaris LP2M Dr. Ir. Dina Maizana, MT, Kepala Pusat Penelitian, Eky Ermal M, SE, M.Si, MAFin dan Kepala Pusat Pengabdian Mugi Mumpuni, S.Si, M.Si.

Tahap awal Wakil Rektor IV menyampaikan tiga point tridharma perguruan tinggi yang kurang perhatian adalah point pengabdian masyarakat. Adapun inisiasi desa pematang johar melalui ide kawan-kawan dosen FT yang terutama bapak  Ir. Darianto, M.Sc.

UMA telah melaksanakan MOU sebelumnya kepada Desa Pematang johar untuk penelitian dan pengabdian masyarakat yang disambut baik oleh camat dan Kades setempat.

Dengan lokasi yang relative tidak jauh dari UMA kurang lebih 13 kilometer jarak dari UMA dan luas daerah 2000 hektar maka potensi desa pematang johar ini dapat dioptimalkan. Kedepan bapak WR IV mengatakan dalam FGD ini agar menyusun agenda menjadi pilot project dan tindak lanjut kepada seluruh fakultas.

Beliau mengatakan potensi dosen adalah dengan membawa keilmuan bukan membawa uang dalam pengembangan potensi binaan kepada desa.

Selanjutnya, FGD diserahkan kepada Ketua LP2M Prof. Dr. Ir. Ahmad Rafiqi Tantawi, MS . Beliau mengatakan Brainstorming soal permasalahan yang terjadi di Desa Pematang Johar. Seperti contoh sungai hitam terkontaminasi, limbah taik lembu, limbah plastik, sekam padi, pakan ternak, dan hasil panen padi. Diharapkan para dosen dapat memberiikan kontribusi solusi atas permasalahan yang terjadi.

Ketua LP2M mengatakan potensi pemberdayaan benih padi meningkatkan pendapatan petani dan diperlukan agrowisata di daerah tersebut agar bisa menjadi sharing profit bagi UMA. Diharapakan kegiatan ini bisa berlangsung hangat berkelanjutan. Prof. Rafiqi juga meminta lahan percontohan awal 1 hektar untuk beras merah.

Kemudian Bapak Ir. Darianto, M.Sc menanggapi sudah mendapat 2 hektar dari target 1 hektar yang diajukan oleh Prof. Rafiqi.

Ditanggapi juga oleh Bpk Muhammad Idris ST, MT mengenai pemanfaatan potensi taik lembu (kotoran sapi) yang dapat dijadikan biogas massive di Sumatera Utara. Data yang didapat ada 500 KK dengan setiap KK memiliki 5 ekor lembu ( asumsi) 25 kg kotoran per hari (Sapi sehat). Jika ditotall akan mendapatkan kurang lebih 60.000 kg kotoran per hari. Ini akan menjadi benefit kepada kedua belah pihak.

Bu Mugi Mumpuni (Dosen Fakultas Biologi)  dan  Bapak Ridho (Dosen Fakultas Hukum) juga memberikan apresiasi dan tanggapan yang positif.

Acara FGD ini ditutup oleh Prof. Rafiqi dengan memberikan sejumlah kesimpulan untuk tindak lanjut Desa Binaan Pematang Johar.

Unduh Berita