twitter

Mapala UMA Memperingati Hari Bumi dengan kreatifitas Daur Ulang sampah Jadi BBM

25 Apr 2015 - 269 View
Share

infoUMA -Mahasiswa Pencinta Alam (Ma­pala) Universitas Medan Area (UMA) mendaur ulang sampah menjadi bahan bakar minyak (BBM) sejenis min­yak tanah.

Kegiatan itu dide­monstrasikan ak­tivis Mapala UMA saat peringatan Hari Bumi se-dunia, Rabu (22/4) sore  di Kampus I UMA Jalan Kolam Me­dan Estate.

 Hasrul Karim alias Ku­pang dari Divisi Pendidikan dan Latihan (Diklat) Mapala UMA mengatakan, proses pe­ngolahan tersebut dilaku­kan melalui empat tahapan, yakni pengumpulan sam­pah kering, pembakaran, penyu­li­ngan dan hasil.

"Awalnya itu kita meng­umpulkan sampah-sampah kering berupa plastik dan botol minuman bekas, lalu dija­dikan satu di kaleng cat berukuran 25 ki­logram hing­ga sampah itu padat,” kata Hasrul didampingi Ketua Mapala UMA Zulfahmi Harahap, pengurus M Fah­rizal T dan aktivis Mapala UMA lainnya.

Dijelaskan Hasrul, setelah sampah plastik terkumpul kemudian dilakukan pem­ba­karan selama 30 menit. Ka­leng cat ini dimodifikasi dengan pipa besi sekitar satu meter yang berfungsi se­bagai penyuling, lalu dihubungkan de­ngan kaleng susu ber­ukuran satu kilo­gram yang diisi air sebagai pendingin.

"Jadi selama 30 menit sampah itu ter­bakar. Sampah itu menjadi uap. Uap itulah ya­ng berubah menjadi cai­ran berupa bahan bakar yang ber­guna untuk memasak peng­ganti minyak tanah, bisa juga untuk obor. Hasil daur ulang ini selalu kami bawa saat me­lakukan kegiatan Mapala seperti camping di hutan," kata Mahasiswa Teknik Mesin UMA ini.

Untuk satu kilogram sampah plas­tik, tambahnya, bisa menghasilkan tu­juh ons minyak. Hanya saja setelah di­ngin, bentuk minyak ber­ubah men­jadi seperti sabun colek.

Inovasi

Inovasi ini, katanya, di­dapat Ma­pala UMA dari infor­masi teman aktivis Lingkungan Conservasi Mentality (Co­me) yang me­nyebutkan sampah kering bisa dijadikan bahan bakar. Seterusnya dilaku­kan pene­litian dan berbagai ujicoba.

“Berdasarkan informasi itu, lalu kami coba penelitian itu di tahun 2013 lalu, dan hasilnya seperti ini, namun kami belum lakukan peng­em­bangan lagi atas bahan bakar ini. Kami juga belum tahu bahan bakar ini berjenis apa,” kata Hasrul.

Dia berharap, inovasi pe­ngolahan bahan plastik ini dapat dikembangkan lagi, bah­kan lebih banyak masya­rakat yang mengolah sampah menjadi ba­rang yang ber­manfaat, sehingga sam­pah plas­tik tersebut tidak ter­bu­ang dan mencemari ling­ku­ngan.

Wakil Rektor III UMA, Ir Zulhery Noer mengapresiasi inovasi Mapala UMA itu. Dia berharap, inovasi ter­sebut ke depan dapat dikembangkan dan disempurkan lagi.

Zulhery mengaku terkejut, Mapala UMA bisa meng­ha­silkan bahan bakar alternatif. “Kami berharap, ino­vasi Mapala UMA bisa menjadi perhatian bagi pengusaha agar bermanfaat bagi ma­­sya­rakat luas,” kata Zulhery di­dampingi Humas UMA Ir As­mah In­dra­waty MP

Kampus UMAKampus UMA SehatKampus TerbaikKampus Swasta TerbaikKampus Di MedanKampus Internasiona

uma

Kampus I : Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223 Telepon : (061) 7360168, 7366878, 7364348 Fax : (061) 7368012

CALL CENTER : 0822-6777-1313, 0822-6777-1314, 0813-7095-7775

Email : univ_medanarea@uma.ac.id

Kampus II : Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112 Telepon : (061) 8225602, 8201994 Fax : (061) 8226331 HP : 0811 607 259

© 2019 PDAI - Universitas Medan Area Facebook Twitter Instagram Youtube