Menyikap Makna Spiritualitas Ibadah Haji

09 Okt 2015 - 226 View
Share

“Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa illaa haillallahuwaallaahuakbar Allaahu akbar walillaahil hamd”

Masjid Taqwa Universitas Medan Area, kumandang takbir dari malam telah berkumandang menandakan perayaan Idul Adha 1436 H/2015 M. Syaf-syaf masjid mulai terisi dengan jamaah ada yang datang satu persatu maupun rombongan dengan keluarganya. 

Turut hadir Ketua yayasan Pendidikan Haji Agus Salim Drs. H. M. Erwin Siregar berbaur di barisan jamaah yang mayoritas staff, dosen, mahasiswa Universitas Medan Area dan masyarakat umum sekitar.

Pukul 7.25 WIB, Shalat Sunnah Idul Adha 1436 H di dirikan dengan khusu’ dengan bacaan yang sangat menyejukkan hati yang dibawakan oleh Ustadz Hafidz Nazir, S. Pdi. Dan Khotip yang membacakan khutbah Prof. Dr. H. Amroeni Darajat, M. Ag.

Ustadz Amroeni mengupas tentang “Makna Spiritualitas Ibadah Haji”.  Beliu menjelaskan yang kita rayakan pada saat ini berawal dari peristiwa-peristiwa penting yang dialami Nabi Allah Ibrahim (Khaliullah) dan keluarganya.

Keluarga Nabi Ibrahim adalah tokoh penting, Nabi Ibrahim adalah sosok suami, ayah dan sekaligus Hamba yang taat kepada Allah, yang patut diteladani, Begitu juga Ismail adalah anak Sholeh dan taat kepada orang tua yang pantas dicontoh. Dan tak kalah idealnya sebagai Ibu Siti hajar yang patut dibanggakan.

Beliau menegaskan, inilah saatnya tepat bagi kita untuk mengulang kembali ingatan kita akan peristiwa-peristiwa tersebut untuk mengambil pelajaran dan ibrah bagi kita semua. Yaitu dengan  yang dilakukan oleh saudara-saudara kita pada saat ini yang tengah menunaikan ibadah haji.

Mereka adalah aktor pengganti keluarga Ibrahim, dan memiliki harapan yang sama untuk menjadi keluarga yang istimewa di sisi Allah dan juga dalam sejarah kemanusiaan. Karena itu, banyak persiapan dan persyaratan yang harus dipenuhi dan dilakukan dengan penuh pemahaman dan penghayatan akan kandungan nilai dan hikmahnya.

Ustadz Amroeni menjelaskan, hal yang tidak boleh dilewatkan saat berhaji adalah kegiatan wukuf di arrafah, seorang yang berhaji tidak sah jika tidak melakukan wukuf. Wukuf menjadi inti sekali didalam haji. Makna Wukuf ialah berhenti, berdiam diarafah. Secara kebahasaan Arafah berarti tempat untuk mengenal.

Maka dalam kaitan ini, kita manusia seolah diperintah untuk mengenal, saling mengenal dan kenal  diri sendiri. Untuk mengenal diri sendiri terkadang tidak memiliki waktu untuk merenungnya, sehingga manusia sering lupa diri. Dengan mengenal diri sendiri maka meruakan sarana untuk mengenal Tuhannya. 

Kampus UMAKampus UMA SehatKampus TerbaikKampus Swasta TerbaikKampus Di MedanKampus Internasiona

© 2020 PDAI - Universitas Medan Area Facebook UMA | Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut. Twitter UMA | Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut. Instagram UMA | Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut. Youtube UMA | Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.