twitter

Menyikap Makna Spiritualitas Ibadah Haji

09 Okt 2015 - 165 View
Share

“Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa illaa haillallahuwaallaahuakbar Allaahu akbar walillaahil hamd”

Masjid Taqwa Universitas Medan Area, kumandang takbir dari malam telah berkumandang menandakan perayaan Idul Adha 1436 H/2015 M. Syaf-syaf masjid mulai terisi dengan jamaah ada yang datang satu persatu maupun rombongan dengan keluarganya. 

Turut hadir Ketua yayasan Pendidikan Haji Agus Salim Drs. H. M. Erwin Siregar berbaur di barisan jamaah yang mayoritas staff, dosen, mahasiswa Universitas Medan Area dan masyarakat umum sekitar.

Pukul 7.25 WIB, Shalat Sunnah Idul Adha 1436 H di dirikan dengan khusu’ dengan bacaan yang sangat menyejukkan hati yang dibawakan oleh Ustadz Hafidz Nazir, S. Pdi. Dan Khotip yang membacakan khutbah Prof. Dr. H. Amroeni Darajat, M. Ag.

Ustadz Amroeni mengupas tentang “Makna Spiritualitas Ibadah Haji”.  Beliu menjelaskan yang kita rayakan pada saat ini berawal dari peristiwa-peristiwa penting yang dialami Nabi Allah Ibrahim (Khaliullah) dan keluarganya.

Keluarga Nabi Ibrahim adalah tokoh penting, Nabi Ibrahim adalah sosok suami, ayah dan sekaligus Hamba yang taat kepada Allah, yang patut diteladani, Begitu juga Ismail adalah anak Sholeh dan taat kepada orang tua yang pantas dicontoh. Dan tak kalah idealnya sebagai Ibu Siti hajar yang patut dibanggakan.

Beliau menegaskan, inilah saatnya tepat bagi kita untuk mengulang kembali ingatan kita akan peristiwa-peristiwa tersebut untuk mengambil pelajaran dan ibrah bagi kita semua. Yaitu dengan  yang dilakukan oleh saudara-saudara kita pada saat ini yang tengah menunaikan ibadah haji.

Mereka adalah aktor pengganti keluarga Ibrahim, dan memiliki harapan yang sama untuk menjadi keluarga yang istimewa di sisi Allah dan juga dalam sejarah kemanusiaan. Karena itu, banyak persiapan dan persyaratan yang harus dipenuhi dan dilakukan dengan penuh pemahaman dan penghayatan akan kandungan nilai dan hikmahnya.

Ustadz Amroeni menjelaskan, hal yang tidak boleh dilewatkan saat berhaji adalah kegiatan wukuf di arrafah, seorang yang berhaji tidak sah jika tidak melakukan wukuf. Wukuf menjadi inti sekali didalam haji. Makna Wukuf ialah berhenti, berdiam diarafah. Secara kebahasaan Arafah berarti tempat untuk mengenal.

Maka dalam kaitan ini, kita manusia seolah diperintah untuk mengenal, saling mengenal dan kenal  diri sendiri. Untuk mengenal diri sendiri terkadang tidak memiliki waktu untuk merenungnya, sehingga manusia sering lupa diri. Dengan mengenal diri sendiri maka meruakan sarana untuk mengenal Tuhannya. 

Kampus UMAKampus UMA SehatKampus TerbaikKampus Swasta TerbaikKampus Di MedanKampus Internasiona

uma

Kampus I : Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223 Telepon : (061) 7360168, 7366878, 7364348 Fax : (061) 7368012

CALL CENTER : 0822-6777-1313, 0822-6777-1314, 0813-7095-7775

Email : univ_medanarea@uma.ac.id

Kampus II : Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112 Telepon : (061) 8225602, 8201994 Fax : (061) 8226331 HP : 0811 607 259

© 2019 PDAI - Universitas Medan Area Facebook Twitter Instagram Youtube